Jumat, 19 Oktober 2012

keluarga Gay



Seorang pria memasuki sebuah bar dan berkata pada bartendernya : “Hei bung, berikan aku 7 gelas dobel Vodka!”
Bartender menjawab : “Wow,anda pasti sedang mengalami hari seperti di neraka hari ini”
Pria : “Ya anda bener, aku baru aja tahu kalo abang ku adalah seorang gay!”
Keesokan harinya si pria kembali datang ke bar itu dan memesan minuman yg sama. Ketika bartender menjawab ada masalah apa lagi hari ini, si pria menjawab :
“Aarrggh, aku baru saja mengetahui kalo ternyata adik laki-laki ku juga seorang gay!!”
Pada hari ketiga si pria kembali mendatangi bar tsb dan kembali memesan 7 dobel vodka dan langsung meneguknya sekaligus. Bartender yang melihatnya lalu
berkata : “Ya Tuhan, tidak adakah anggota keluargamu yang menyukai wanita??”
Si pria lalu meletakkan gelasnya dan berkata dengan pandangan teler : “Ya ada, istriku!!..
Saat itu adalah akhir tahun sekolah, dan seorang guru TK sedang menerima hadiah dari murid-muridnya. Putra pemilik toko bunga memberinya hadiah. Guru menggoyangkan kado itu, memegangnya di atas kepala, dan berkata, "Aku yakin aku tahu apa itu. Beberapa bunga.."

"Itu benar" anak itu berkata, "tapi bagaimana kau tahu?"

"Oh, hanya menebak," katanya.

Murid berikutnya adalah putri pemilik toko permen. Guru memegang hadiah itu, menggoyangnya, dan berkata, "Aku yakin aku bisa menebak apa itu. Sebuah kotak permen."

"Itu benar, tapi bagaimana kau tahu?" tanya gadis itu.

"Oh, hanya menebak," kata gurunya.

Hadiah berikutnya adalah dari anak pemilik toko minuman keras. Guru memegang paket itu, tapi paket itu bocor. Dia menyentuh setetes kebocoran itu dengan jarinya dan menyentuh ke lidahnya.

"Apakah anggur?" ia bertanya. "Tidak," jawab anak itu, dengan gembira.

Guru mengulanginya, mengambil cairan dari kado yang bocor itu ke lidahnya.

"Apakah sampanye?" ia bertanya.

"Tidak," jawab anak itu, dengan lebih banyak tersenyum.

Guru mencicipi lagi sebelum menyatakan,

"Aku menyerah, apa itu?"

Anak itu menjawab, "Itu anak anjing!"

Hadiah Siswa Untuk Guru


Ketika itu adalah akhir tahun persekolahan, dan seorang Guru Besar sedang menerima hadiah dari murid-muridnya. Salmi anak kepada seorang pemilik kedai bunga memberinya hadiah. Guru Besar menggoyangkan kotak hadiah itu, memegangnya di atas kepala, dan berkata, “Aku yakin aku tahu apa ini. Beberapa kuntum bunga..?”
“Itu benar” anak murid itu berkata, “tapi bagaimana Cikgu tahu?”
“Oh, hanya meneka,” katanya.
Murid berikutnya adalah anak perempuan kepada seorang pemilik kedai manisan. Guru Besar memegang hadiah itu, menggoyangnya, dan berkata, “Aku yakin aku boleh meneka apa ini. Sebuah kotak gula-gula.”
“Itu benar, tapi bagaimana Cikgu tahu?” tanya murid itu.
“Oh, hanya meneka,” kata Guru Besarnya.
Hadiah berikutnya adalah dari anak seorang pemilik kedai minuman keras. Guru memegang kotak hadiah itu, tapi kotak itu bocor. Dia menyentuh setitik kebocoran itu dengan jarinya dan menyentuh ke lidahnya.
“Apakah anggur?” ia bertanya. “Tidak,” jawab anak murid itu, dengan gembira.
Guru mengulanginya, mengambil cairan dari kotak yang bocor itu ke lidahnya.
“Apakah champagne?” ia bertanya.
“Tidak,” jawab anak murid itu, dengan lebih banyak tersenyum.
Guru merasai lagi sebelum menyatakan,
“Aku menyerah, apa ini?”
Anak murid itu menjawab, “Itu anak anjing!”